Admin PPID
06 Maret 2025
13:44:38 WIB
Surakarta, 6 Maret 2025 – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi operator website kelurahan untuk meningkatkan kapasitas teknis dalam pengelolaan serta pengamanan sistem informasi kelurahan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Upakari II Kantor Diskominfo SP ini merupakan tindak lanjut dari gangguan server pada Pusat Data Nasional (PDN) yang mengakibatkan hilangnya data penting pada beberapa website kelurahan di Surakarta.
Pranata Komputer Ahli Muda Bidang Penyelenggaraan E-Government, Taufik Ari Yanta, menjelaskan bahwa Bimtek ini bertujuan memperkuat sistem website kelurahan agar gangguan serupa tidak terulang.
“Kami memindahkan server ke pusat data nasional yang lebih aman dan stabil untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.
Taufik juga menekankan pentingnya pengamanan website kelurahan dari ancaman siber, guna menjaga kelancaran layanan publik. Ia juga menjelaskan tiga standar utama pengelolaan website kelurahan: Standar SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), Standar PPID (Pengelolaan Informasi Publik), dan Standar Ombudsman, yang harus dipatuhi oleh setiap kelurahan.
Bimtek yang dilaksanakan dalam empat sesi pada 4, 5, 6, dan 10 Maret 2025. Pada sesi ketiga ini diikuti oleh 10 kelurahan di Surakarta, antara lain Kelurahan Laweyan, Bumi, Panularan, Penumping,Sriwedari, Purwosari, Sondakan, Kerten, Jajar, dan Karangasem
Kegiatan ini dirancang untuk memastikan pengelolaan website kelurahan, website PPID, dan website Data Sektoral lebih optimal.
Dengan adanya Bimtek ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap pelayanan informasi kepada masyarakat semakin efektif dan transparan, serta mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka. Pemerintah kota berkomitmen mempertahankan predikat sebagai kota informatif yang telah diraih.
Surakarta, (March 6, 2025) – The Communication, Informatics, Statistics, and Cryptography Service (Diskominfo SP) of Surakarta City held a Technical Guidance (Bimtek) for village website operators to improve technical capacity in managing and securing village information systems.
The activity, which took place in the Upakari II Room of the Diskominfo SP Office, was a follow-up to the server disruption at the National Data Center (PDN) which resulted in the loss of important data on several village websites in Surakarta.
The Junior Expert Computer Technician for E-Government Implementation, Taufik Ari Yanta, explained that this Bimtek aims to strengthen the village website system so that similar disruptions do not recur.
"We are moving the server to a more secure and stable national data center to overcome this problem," he said.
Taufik also emphasized the importance of securing village websites from cyber threats, in order to maintain the smooth running of public services. He also explained the three main standards for managing village websites: SPBE Standards (Electronic-Based Government System), PPID Standards (Public Information Management), and Ombudsman Standards, which must be adhered to by every village.
The technical guidance was held in four sessions on March 4, 5, 6, and 10, 2025. The third session was attended by 10 villages in Surakarta, including Laweyan, Bumi, Panularan, Penumping, Sriwedari, Purwosari, Sondakan, Kerten, Jajar, and Karangasem Villages
This activity is designed to ensure that the management of village websites, PPID websites, and Sectoral Data websites is more optimal.
With this technical guidance, the Surakarta City Government hopes that information services to the public will be more effective and transparent, and support more open governance. The city government is committed to maintaining the predicate as an informative city that has been achieved.
Surakarta, 6 maret 2025 – Dhines Komunikasi, Informatika, Statistik, lan Persandian (Diskominfo SP) Kitha Surakarta ngawontenaken bimbingan teknis (Bimtek) kagem operator website kelurahan kagem nginggahaken kapasitas teknis lebeting pengelolaan saha pengamanan sistem informasi kelurahan.
Kegiatan ingkang kedados wonten Ruang Upakari II Kantor Diskominfo SP menika inggih menika tindak lajeng saking gangguan server ing tuntunan data nasional (PDN) ingkang ndamel icalipu data wigatos ing pinten-pinten website kelurahan wonten Surakarta.
Pranata Komputer Ahli Muda Bidang Penyelenggaraan E-Government, Taufik Ariyanta, njlentrehaken menawi bimtek menika kagungan tujuwan merkiyat sistem website kelurahan supados gangguan sarupi mboten kewangsul.
“Kami njengkaraken server dhateng tuntunan data nasional ingkang miyos aman lan stabil kagem nginggili masalah menika, ” ujaripun .
Taufik ugi metekaken wigatosipun pengamanan website kelurahan saking anceman siber, gina njagi kelancaran layanan publik. panjenenganipun ugi njlentrehaken tiga standar utami pengelolaan website kelurahan: standar SPBE (sistem pamarintahan adhedhasar elektronik), standar PPID (pengelolaan informasi publik), lan standar Ombudsman, ingkang kedah dipatuhi dening saben kelurahan.
Bimtek ingkang dipuntindakaken lebet sekawan sesi ing 4, 5, 6, lan 10 maret 2025. ing sesi kaping tiga menika dipun dereki dening 10 kelurahan wonten Surakarta, antawis sanes kelurahan Laweyan, Bumi, Panularan, Penumping, Sriwedari, Purwosari, Sondakan, Kerten, Jajar, lan Karangasem
Kegiatan menika dipunrancang kagem mesthekaken pengelolaan website kelurahan, website ppid, lan website data sektoral miyos optimal.
Kaliyan wontenipun bimtek menika, Pamarintah Kitha Surakarta ngajeng-ajeng pelayanan informasi dhateng masyarakat saya efektif lan transparan, saha nyengkuyung tata kelola pamarintahan ingkang miyos kebikak. pamarintah kitha berkomitmen mertahanaken predikat dados kitha informatif ingkang sampun dipun-gayuh.