Admin PPID
25 November 2025
16:39:11 WIB
Pemerintah Kota Surakarta menjadi salah satu dari Badan Publik di Provinsi Jawa Tengah yang lolos ke tahap Uji Publik Keterbukaan Informasi Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 25 November 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, sebagai bagian dari tahapan pemeringkatan badan publik yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah. Uji publik tersebut merupakan tahap keempat yang berfokus pada komitmen badan publik dalam regulasi, anggaran, pelayanan informasi, inovasi digital, serta manajemen data dan informasi.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir untuk mempresentasikan paparan mengenai Kota Surakarta. Beliau didampingi oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah atau perwakilan PPID Pelaksana dari berbagai instansi, antara lain Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Tenaga Kerja. Proses penilaian dilakukan oleh tim panelis yang terdiri dari:
Setiawan Hendra Kelana, S.Kom. – Komisi Informasi Jawa Tengah
Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS., M.P. – Sekda Provinsi Jawa Tengah 2014–2019
Dr. Nanik Qosidah, S.E., M.Ak. – APINDO Jawa Tengah
Dalam sesi pemaparan, Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan komitmen tata kelola PPID yang berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Komisi Informasi RI Nomor 1 Tahun 2021, Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2013, serta Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 4.3 Tahun 2023 tentang standar layanan informasi publik. Penguatan SDM PPID juga dilakukan melalui Keputusan Wali Kota Surakarta Nomor 478.05/60 Tahun 2024 dan Keputusan Kepala Diskominfo SP Nomor 007 Tahun 2025. Untuk tahun 2025, anggaran keterbukaan informasi publik tercatat sebesar Rp 2.168.332.600 dengan dukungan SDM PPID sebanyak 134 orang. Pemerintah Kota Surakarta juga mengemukakan rencana pengembangan Solo Data sebagai pintu data terpadu serta pembangunan superapp layanan terintegrasi.
Platform ULAS menjadi pusat layanan aduan yang terhubung dengan SP4N LAPOR, LAPOR Gubernur, media sosial, jaringan 636 Posyandu Plus, Gopay, serta RSJ daerah. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, terdapat 13 permohonan informasi dan dua keberatan, serta total 9.741 aduan dari masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal tersebut. PPID Kota Surakarta juga melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap PPID Pelaksana melalui bimbingan teknis, sosialisasi, dan pendampingan reguler.
Pemerintah Kota Surakarta turut memperkuat inovasi dan digitalisasi dalam layanan informasi publik. Pengembangan ULAS dilakukan melalui penambahan admin dari 27 instansi vertikal serta kerja sama dengan GoTo sehingga masyarakat dapat menyampaikan aduan melalui aplikasi Gopay. Aspirasi masyarakat yang tidak terselesaikan di tingkat Posyandu Plus juga ditampung melalui platform ini. Survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 5,8 persen sangat puas dan 69,6 persen puas terhadap kinerja Pemerintah Kota Surakarta, sementara data indeks kepuasan masyarakat dari Bagian Organisasi menunjukkan tren positif.
Dalam manajemen data dan informasi, Pemerintah Kota Surakarta menegaskan bahwa seluruh kebijakan didasarkan pada data. Data trending dari ULAS digunakan untuk merespons berbagai isu, seperti penanganan aduan terkait iuran wisuda sekolah. Data dari aplikasi Satukan Solo dimanfaatkan untuk memantau kebijakan tumbuh kembang anak, sementara Solo Data terus dioptimalkan sebagai platform open data untuk mendukung pengambilan keputusan dalam rangka pencapaian Asta Cita Pemerintah Kota Surakarta.
The Surakarta City Government was selected as one of the public bodies in Central Java Province that advanced to the Public Information Transparency Public Hearing for 2025. The activity was held on Tuesday, 25 November 2025 at the Regional Human Resources Development Agency of Central Java Province in Semarang. This event is part of the ranking process conducted by the Central Java Information Commission, serving as the fourth assessment stage focusing on regulatory commitment, budget allocation, public information services, digital innovation, and data management.
The event was attended by the Deputy Mayor of Surakarta, Astrid Widayani, who presented an overview of Surakarta City. She was accompanied by several Heads of Regional Apparatuses or representatives serving as implementing PPIDs from various agencies, including the Investment and One-Stop Integrated Service Office, the Cooperatives, SMEs and Industry Office, the Health Office, the Transportation Office, the Population and Civil Registration Office, and the Manpower Office. The assessment panel consisted of:
Setiawan Hendra Kelana, S.Kom. – Central Java Information Commission
Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS., M.P. – Regional Secretary of Central Java Province (2014–2019)
Dr. Nanik Qosidah, S.E., M.Ak. – APINDO Central Java
The Surakarta City Government presented its commitment to PPID governance based on several regulations, including the Information Commission Regulation Number 1 of 2021, Surakarta City Regional Regulation Number 11 of 2013, and the Mayor Regulation Number 4.3 of 2023 on public information service standards. Strengthening PPID human resources was carried out through the Mayor's Decree Number 478.05/60 of 2024 and the Head of Diskominfo SP Decree Number 007 of 2025. For the year 2025, the transparency budget amounted to IDR 2,168,332,600 with 134 PPID personnel. The City Government also outlined its plan to develop Solo Data as an integrated data hub and build a unified service superapp.
ULAS serves as the main complaint-handling platform integrating SP4N LAPOR, the Governor’s LAPOR system, social media, 636 Posyandu Plus units, Gopay, and the regional mental hospital. From January to October 2025, the city received 13 public information requests, including two appeals, and a total of 9,741 public complaints. The PPID also conducts monitoring and evaluation through technical guidance, socialization, and continuous assistance to implementing PPIDs.
Digital innovation was highlighted as a key component in improving public information services. ULAS was strengthened by adding administrators from 27 vertical agencies and establishing a collaboration with GoTo, enabling complaints submission through the Gopay application. The platform also absorbs community aspirations unresolved at the Posyandu Plus level. Survey results from Litbang Kompas indicated that 5.8 percent of respondents were very satisfied and 69.6 percent were satisfied with Surakarta City Government’s performance, supported by a positive trend in public satisfaction index data.
In data and information management, the City Government emphasized that all policy decisions are data-driven. Trending complaint data from ULAS is used to respond to emerging issues, such as school graduation contribution complaints. Data from the Satukan Solo application supports monitoring of child development policies, while Solo Data is continuously enhanced as an open data platform supporting evidence-based policymaking and the achievement of the Asta Cita development agenda.
Pamaréntah Kota Surakarta dadi salah siji badan publik ing Provinsi Jawa Tengah sing lolos mlebu tahap Uji Publik Keterbukaan Informasi Taun 2025. Kegiatan iki dilakokaké ing Selasa, 25 November 2025 ing Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Uji publik iki dadi tahap kaping papat saka rangkaian penilaian sing digelar déning Komisi Informasi Jawa Tengah, kanthi fokus marang komitmen regulasi, anggaran, layanan informasi publik, inovasi digital, lan manajemen data.
Acara iki dirawuhi Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, sing nyampaikan paparan ngenani kahanan lan upaya Kota Surakarta. Panjenengané didampingi sawetara Kepala Perangkat Daerah utawa wakil PPID Pelaksana saka pirang-pirang dinas, kaya Dinas Penanaman Modal lan PTSP, Dinas Koperasi UKM lan Perindustrian, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan lan Catatan Sipil, lan Dinas Tenaga Kerja. Panel penilai ing antarane:
Setiawan Hendra Kelana, S.Kom. – Komisi Informasi Jawa Tengah
Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS., M.P. – Sekda Provinsi Jawa Tengah 2014–2019
Dr. Nanik Qosidah, S.E., M.Ak. – APINDO Jawa Tengah
Ing paparané, Pamaréntah Kota Surakarta nerangaké komitmen tata kelola PPID adhedhasar aturan-aturan sing berlaku, kalebu Peraturan Komisi Informasi RI Nomor 1 Taun 2021, Perda Kota Surakarta Nomor 11 Taun 2013, lan Peraturan Wali Kota Nomor 4.3 Taun 2023. Penguatan SDM uga ditindakake liwat Surat Keputusan Wali Kota lan Kepala Diskominfo SP. Ing taun 2025, anggaran keterbukaan informasi tekan Rp 2.168.332.600 kanthi total 134 SDM PPID. Kota Surakarta uga nyiapaké Solo Data minangka gerbang data terpadu lan pembangunan superapp layanan.
ULAS dadi platform utama pangaduan masyarakat sing nyambung karo SP4N LAPOR, LAPOR Gubernur, media sosial, 636 Posyandu Plus, Gopay, lan RSJ daerah. Saka Januari nganti Oktober 2025, ana 13 permohonan informasi lan 2 keberatan, sarta total 9.741 aduan saka masyarakat. PPID uga terus nindakake monitoring lan evaluasi liwat bimtek, sosialisasi, lan pendampingan kanggo PPID Pelaksana.
Pamaréntah Kota Surakarta uga ngembangaké inovasi digital, kalebu nambah admin ULAS saka 27 instansi vertikal lan kerja bareng karo GoTo supaya masyarakat bisa ngirim aduan liwat aplikasi Gopay. ULAS uga nampung aspirasi sing ora bisa dirampungaké ing tingkat Posyandu Plus. Adhedhasar survei Litbang Kompas, tingkat kepuasan masyarakat tekan 5,8 persen sangat puas lan 69,6 persen puas, lan data indeks kepuasan masyarakat nuduhaké tren peningkatan.
Ing babagan manajemen data, saben kebijakan adhedhasar data. Contoné, data trending saka ULAS dadi dasar penanganan masalah, kayata aduan iuran wisuda sekolah. Aplikasi Satukan Solo digunakaké kanggo ngawasi kebijakan perkembangan anak, lan Solo Data terus dioptimalake dadi platform open data kanggo ndhukung pengambilan kebijakan sing luwih tepat lan selaras karo Asta Cita.