Admin PPID
24 April 2025
14:36:33 WIB
Surakarta, 24 April 2025 – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan
Persandian (Diskominfo SP) Surakarta mengadakan koordinasi dan bimbingan teknis
(bimtek) terkait pengelolaan aplikasi ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta) di
Ruang Rapat Upakari II, Gedung Upakari, Kompleks Balai Kota Surakarta. Kegiatan
ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, seperti PT Taspen, PLN, UPPD,
BPOM, dan BAZNAS, yang diundang untuk berkolaborasi dalam pengelolaan aplikasi
pengaduan masyarakat yang semakin berkembang.
Kepala Diskominfo SP Surakarta, Heny Ermawati, S.H., M.Hum., dalam
sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan pengaduan yang efisien dan
transparan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan terbuka. Heny
menjelaskan bahwa aplikasi ULAS, yang telah ada sejak 2013, kini telah
berkembang pesat setelah pengelolaannya dialihkan kepada Diskominfo SP pada
2019. ULAS menjadi kanal favorit masyarakat untuk menyampaikan pengaduan
terkait berbagai masalah.
“Sejak aplikasi ULAS kami kelola pada 2019, kami telah melakukan
pengembangan besar-besaran. Saat ini, ULAS menjadi salah satu kanal pengaduan
yang paling digunakan oleh masyarakat. Kami berharap, dengan dukungan
lembaga-lembaga yang hadir, pengelolaan ULAS semakin optimal untuk menampung
lebih banyak pengaduan,” ujar Heny.
ULAS kini dikelola oleh sekitar 90 admin yang berasal dari berbagai instansi
pemerintah Kota Surakarta dan lembaga vertikal, termasuk OJK, kepolisian,
pertanahan, dan imigrasi. Heny juga mengungkapkan bahwa aplikasi ini semakin
mendapat perhatian setelah dipimpin oleh Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan
menjadi topik pembahasan dalam komisi DPRD.
Heny berharap agar lebih banyak lembaga vertikal bergabung dalam pengelolaan
aplikasi ULAS untuk memperkuat integrasi data dan sistem, serta meningkatkan
respons terhadap pengaduan masyarakat. Ia juga mengajak semua instansi yang
hadir untuk bekerja sama dalam memverifikasi dan menindaklanjuti setiap
pengaduan yang masuk melalui aplikasi ini.
Acara koordinasi ini dihadiri oleh pejabat tinggi seperti Direktur PT
Taspen, pimpinan PLN, Kepala UPPD, serta pimpinan BPOM dan BAZNAS, yang
masing-masing mengirimkan perwakilan untuk menjadi admin ULAS. Heny menutup
sambutannya dengan harapan agar aplikasi ULAS semakin efektif dalam memberikan
pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
“ULAS bukan hanya sekadar aplikasi pengaduan. Ini adalah sarana untuk memastikan setiap pengaduan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan akurat. Kami mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang berperan dalam pengelolaannya,” ungkap Heny.
Surakarta, (April 24, 2025) – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan
Persandian (Diskominfo SP) Surakarta held a coordination and technical guidance
(bimtek) session regarding the management of the ULAS (Surakarta Public
Complaint Service Unit) application at the Upakari II Meeting Room, Upakari
Building, Surakarta City Hall Complex. The event was attended by various
related institutions, including PT Taspen, PLN, UPPD, BPOM, and BAZNAS, who
were invited to collaborate in managing the increasingly utilized public
complaint application.
In her remarks, the Head of Diskominfo SP Surakarta, Heny Ermawati, S.H.,
M.Hum., emphasized the importance of efficient and transparent complaint
management to realize good and open governance. Heny explained that the ULAS
application, which has been around since 2013, has grown significantly since
its management was transferred to Diskominfo SP in 2019. ULAS has become a
favorite channel for the public to submit complaints on various issues.
“Since we took over the management of ULAS in 2019, we’ve carried out major
developments. Today, ULAS is one of the most widely used complaint platforms by
the public. With support from the institutions present, we hope ULAS can be
managed even better to accommodate more reports,” said Heny.
ULAS is currently managed by around 90 administrators from various Surakarta
city government agencies and vertical institutions, including the Financial
Services Authority (OJK), the police, the land office, and immigration. Heny
also mentioned that the application has received increased attention since the
leadership of Mayor Gibran Rakabuming Raka and has even been discussed in the
local legislative council (DPRD) commissions.
Heny expressed her hope that more vertical institutions would join in
managing ULAS to strengthen data and system integration and improve response
times to public complaints. She also invited all attending institutions to
collaborate in verifying and following up on each complaint submitted through
the platform.
The coordination meeting was attended by top officials such as the Director
of PT Taspen, PLN leadership, the Head of UPPD, as well as leaders from BPOM
and BAZNAS, each of whom sent representatives to become ULAS administrators.
Heny concluded her remarks with the hope that ULAS would continue to improve in
delivering better public service.
“ULAS is not just a complaint application. It is a platform to ensure that every report submitted can be followed up promptly and accurately. We appreciate the support of all parties involved in its management,” said Heny.
Surakarta, 24 April 2025 – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan
Persandian (Diskominfo SP) Surakarta ngawontenaken koordinasi lan bimbingan
teknis (bimtek) gegayutan pengelolaan aplikasi Ulas (Unit Layanan Aduan
Surakarta) ing ruang rapat Upakari II, Gedhong Upakari, Kompleks Balai Kitha
Surakarta. Kegiatan menika dipunrawuhi dening pinten-pinten instansi gegayutan,
kados PT Taspen, PLN, UPPD, BPOM, lan BAZNAS, ingkang dipunatur aturi kagem
berkolaborasi ing pengelolaan aplikasi pengaduan masyarakat ingkang saya
berkembang.
Kepala Diskominfo SP Surakarta, Heny Ermawati, S.H., M.Hum., lebet sambutanipun
netekaken wigatosipun pengelolaan pengaduan ingkang efisien lan transparan
kagem mujudaken pamarintahan ingkang sae lan kebak kebijakan. Heny
njlentrehaken menawi aplikasi Ulas, ingkang sampun wonten wiwit 2013, samenika
sampun berkembang pesat sasampunipun pengelolaanipun dipunalihaken dhateng
Diskominfo SP ing 2019. Ulas dados kanal favorit masyarakat kagem ngaturaken
pengaduan gegayutan pinten-pinten masalah.
“Wiwit aplikasi Ulas kita kelola ing 2019, kita sampun nindakaken
pengembangan ageng-agengan. Wekdal menika, Ulas dados salah setunggal kanal
pengaduan ingkang paling dipunagem dening masyarakat. Kita ngajeng-ajeng,
kaliyan sengkuyungan lembaga-lembaga ingkang rawuh, pengelolaan Ulas saya
optimal kagem nampung miyos kathah pengaduan,” ujare Heny.
Ulas samenika dipunkelola dening sawetawis 90 admin ingkang asalipun saking
pinten-pinten instansi pamarintah Kitha Surakarta lan lembaga vertikal, kelebet
OJK, Kepolisian, Pertanahan, lan Imigrasi. Heny ugi medharaken menawi aplikasi
menika saya keparing kawigatosan sasampunipun dipunpangangeng dening Wali Kitha
Gibran Rakabuming Raka lan dados topik wedharan lebet Komisi DPRD.
Heny ngajeng-ajeng supados miyos kathah lembaga vertikal ingkang gabung
lebeting pengelolaan aplikasi Ulas kagem merkiyat integrasi data lan sistem,
saha nginggahaken respons kaliyan pengaduan masyarakat. Panjenenganipun ugi
ngajak sedaya instansi ingkang rawuh kagem kerja sami lebeting memverifikasi
lan nindaklajengaken saben pengaduan ingkang mlebet nglangkungi aplikasi
menika.
Acara koordinasi menika dipunrawuhi dening pejabat inggil kados Direktur PT
Taspen, Pangageng PLN, Mustaka UPPD, saha Pangageng BPOM lan BAZNAS, ingkang
piyambak-piyambak ngintunaken perwakilan kagem dados admin Ulas. Heny nutup
sambutanipun kaliyan pangajeng-ajeng supados aplikasi Ulas saya efektif
lebeting maringaken pelayanan ingkang miyos sae kagem masyarakat.
“Ulas sanes naming aplikasi pengaduan. Menika inggih menika sarana kagem mesthekaken saben pengaduan ingkang mlebet keparing enggal ditindaklanjuti kaliyan enggal lan akurat. Kita ngapresiasi sengkuyungan pinten-pinten pihak ingkang kagungan peran lebeting pengelolaanipun,” ujare Heny