Admin PPID
26 Mei 2025
14:22:02 WIB
Dalam rangka memperkuat keterbukaan informasi publik dan meningkatkan kualitas pengelolaan media digital, Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025 di Ruang Bale Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta dan diikuti oleh 123 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala Diskominfo SP Heny Ermawati, dalam sambutannya menyoroti perlunya peningkatan kapasitas pengelolaan informasi publik, terutama pasca penurunan peringkat keterbukaan informasi pada tahun 2024. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan website dan media sosial bukan lagi sekadar tambahan, melainkan elemen penting dalam tata kelola informasi pemerintahan.
“Kita harus memanfaatkan pola komunikasi yang efektif. Media sosial harus menjadi corong utama penyampaian informasi. Apa yang dilakukan pimpinan daerah kita, seperti Wali Kota yang aktif menyampaikan aktivitasnya di media sosial, harus menjadi inspirasi dalam membangun kepercayaan publik,” ujar Heni.
Ia juga menyampaikan bahwa dari hasil tracking, terdapat 10 OPD dengan kinerja tertinggi dalam pelayanan informasi. Menurut Heni, pencapaian ini perlu ditularkan ke seluruh OPD.
Bimtek kali ini menghadirkan narasumber, yakni Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Indra Ashoka Mahendrayana, yang memberikan penguatan dari sisi regulasi dan prinsip keterbukaan informasi.Dalam pemaparannya, Indra menekankan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari upaya membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Kita harus membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Ini adalah langkah awal pencegahan korupsi. Kota Solo patut diapresiasi karena minim sengketa informasi, tetapi tetap harus memperbarui dan melengkapi SK PPID untuk memperkuat posisi dalam evaluasi tahun 2025,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran PPID dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara transparan dan responsif, termasuk dalam bidang pendidikan dan seleksi penerimaan siswa.
Kepala Penyelenggaraan e-Government Surakarta, Isnan Wihartanto, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya konsistensi dan kepatuhan terhadap regulasi dalam pelaksanaan keterbukaan informasi.
“Jika ada gerakan yang baik, kami akan dukung. Tapi jangan sampai terlalu lambat. Diskominfo siap mendampingi seluruh proses ini,” tegasnya.
Materi Bimtek mencakup topik-topik penting seperti pengelolaan website dan media sosial, evaluasi Komisi Informasi (KI) Jawa Tengah, keamanan data, format permintaan informasi, hingga strategi peningkatan efektivitas konten dan followers.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Peserta mengusulkan pentingnya adanya website percontohan dan mendorong kreativitas dalam pengelolaan media sosial, terutama oleh institusi pendidikan. Konten yang menarik dan peningkatan jumlah pengikut disebut sebagai indikator penting dalam optimalisasi layanan informasi publik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh PPID Pelaksana di lingkungan Pemkot Surakarta dapat semakin profesional, adaptif, dan inovatif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Evaluasi keterbukaan informasi tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperbaiki peringkat, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Harapannya, informasi publik tidak hanya mudah diakses, tetapi juga disampaikan secara aktif, cepat, dan tepat sasaran demi mewujudkan pelayanan publik yang terpercaya dan partisipatif.

To strengthen public information transparency and improve the quality of digital media management, the Surakarta City Government through the Department of Communication, Informatics, Statistics and Cryptography (Diskominfo SP) held a Technical Guidance (Bimtek) session for Implementing Officials for Information and Documentation Management (PPID). The event took place on Monday, May 26, 2025, at the Bale Tawangarum Room, Surakarta City Hall Complex, and was attended by 123 participants from various Regional Apparatus Organizations (OPD).
Head of Diskominfo SP, Heny Ermawati, in her remarks highlighted the need to improve public information management capacity, especially following the drop in the information openness ranking in 2024. She emphasized that managing websites and social media is no longer an add-on but a crucial element of governmental information governance.
“We must adopt effective communication patterns. Social media must be the main channel for delivering information. What our regional leaders do, such as the Mayor actively sharing his activities on social media, should be an inspiration to build public trust,” Heny said.
She also stated that based on tracking results, there are 10 OPDs with the highest performance in information services. According to her, this achievement should be disseminated to all OPDs.
This Bimtek featured a speaker, the Chairperson of the Central Java Provincial Information Commission, Indra Ashoka Mahendrayana, who provided insight on regulations and principles of information openness. In his presentation, Indra stressed that openness of information is a key aspect of building a clean and accountable government.
“We must open up access to information as widely as possible for the public. This is a preventive step against corruption. Solo City deserves appreciation for having minimal information disputes, but it still needs to update and complete the PPID Decree to strengthen its position in the 2025 evaluation,” he said.
He also emphasized the vital role of PPIDs in responding to public needs in a transparent and responsive manner, especially in education and student admissions.
The Head of e-Government Implementation in Surakarta, Isnan Wihartanto, also attended the event. He underlined the importance of consistency and regulatory compliance in implementing information transparency.
“If there’s a good initiative, we’ll support it. But don’t move too slowly. Diskominfo is ready to accompany the entire process,” he asserted.
The Bimtek covered essential topics such as website and social media management, evaluation from the Central Java Information Commission (KI), data security, information request formats, and strategies to enhance content effectiveness and follower growth.
An interactive Q&A session followed. Participants proposed the importance of creating a model website and encouraged creativity in managing social media, especially by educational institutions. Engaging content and growing follower numbers were cited as key indicators for optimizing public information services.
Through this activity, it is hoped that all Implementing PPIDs within the Surakarta City Government will become more professional, adaptive, and innovative in delivering information to the public. The 2025 public information transparency evaluation is a crucial moment to improve rankings and demonstrate real commitment to transparency and good governance. Public information should not only be accessible but also actively, quickly, and accurately delivered to build trustworthy and participatory public services.

Kanggo ngiyataké keterbukaan informasi marang masyarakat lan ningkataké kualitas pangelolaan media digital, Pemerintah Kota Surakarta liwat Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik lan Persandian (Diskominfo SP) ngadani Bimbingan Teknis (Bimtek) kanggo Pejabat Pengelola Informasi lan Dokumentasi (PPID) Pelaksana. Kegiatan punika lumangsung ing dinten Senin, tanggal 26 Mei 2025, wonten ing Ruang Bale Tawangarum, Komplek Balai Kota Surakarta, lan dipunrawuhi déning 123 peserta saking manéka Warna Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala Diskominfo SP, Ibu Heny Ermawati, ing pambukanipun nyariosaken pentinge ningkataké kapasitas pangelolaan informasi publik, utaminipun sasampunipun panurunan peringkat keterbukaan informasi ing taun 2024. Panjenenganipun netelakaken bilih pangelolaan situs web lan media sosial punika sampun dudu tambahan malih, nanging dados bagean wigati saking tata kelola informasi pamaréntahan.
“Kita kedah migunakaken pola komunikasi ingkang efektif. Media sosial punika kedah dados corong utama panyampaian informasi. Kados ta Pak Wali Kota ingkang aktif nuduhake kegiyatanipun liwat media sosial, punika saged dados inspirasi kanggé mbangun kapitadosan masyarakat,” ngendikanipun Ibu Heny.
Panjenenganipun ugi nyariosaken bilih miturut asil tracking, wonten 10 OPD ingkang kinerjanipun paling saé ing babagan layanan informasi. Capaian punika perlu dipun tularké dhumateng OPD sanès.
Bimtek punika ugi ngundang narasumber, yaiku Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Bapak Indra Ashoka Mahendrayana, ingkang maringi penguatan babagan regulasi saha prinsip keterbukaan informasi. Ing paparanipun, Bapak Indra nekanaken bilih keterbukaan informasi punika minangka bagean penting kanggé mbangun pamaréntahan ingkang resik lan akuntabel.
“Kita kedah mbikak akses informasi kang sejembar-jembare kanggé masyarakat. Punika langkah kawitan nglangkungi korupsi. Kutha Solo pantes dipun apresiasi awit saking sithikipun sengketa informasi, nanging tetep kedah nganyari lan nyampurnakaken SK PPID kanggé nguwatké posisi ing evaluasi taun 2025,” ngendikanipun.
Panjenenganipun ugi nyariosaken wigatinipun peran PPID ing njawab kabutuhan masyarakat kanthi transparan lan responsif, kalebet babagan pendidikan lan seleksi mlebet sekolah.
Kepala Penyelenggaraan e-Government Surakarta, Bapak Isnan Wihartanto, ugi rawuh lan nyariosaken pentinge konsistensi lan kepatuhan dhumateng aturan ing praktik keterbukaan informasi.
“Yen wonten gerakan ingkang sae, mesthi badhé kita dhukung. Nanging aja nganti alon tumindakipun. Diskominfo sampun siyap ngancani proses punika,” ngendikanipun kanthi tegas.
Materi Bimtek nyakup topik penting kados pangelolaan situs web lan media sosial, evaluasi saking Komisi Informasi Jawa Tengah, keamanan data, format panyuwunan informasi, nganti strategi ningkataké efektivitas isi lan jumlah pengikut.
Sesi tanya jawab lumangsung kanthi aktif. Para peserta ngusulaken pentinge ngadani situs web conto lan ndorong kreativitas pangelolaan media sosial, utaminipun saking institusi pendidikan. Konten ingkang menarik lan peningkatan pengikut dipunsebat dados indikator utama optimalisasi layanan informasi publik.
Mekaten, kaajab sedaya PPID Pelaksana ing lingkungan Pemkot Surakarta saged saya profesional, adaptif, saha inovatif ing nyebaraken informasi dhumateng masyarakat. Evaluasi keterbukaan informasi taun 2025 punika dados momen penting kanggé mbetulaké peringkat saha nedahaken komitmen nyata dhumateng transparansi lan tata kelola pamaréntahan ingkang sae (good governance). Kaajab, informasi publik boten namung saged dipunakses kanthi gampil, nanging ugi dipun atur supados aktif, cepet, lan trep sasaran, demi ngwujudaké pelayanan publik ingkang dipercaya lan partisipatif.